BANDA ACEH — Mengaku traveler? Kalau saya tanyakan tentang Aceh, kamu tahu nggak? Yap! Benar sekali, Aceh adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang letaknya berada di paling ujung pulau Sumatera. Selamat! Kamu sudah maju satu langkah untuk mendapatkan tiket emas bertandang ke Aceh. Selanjutnya, apa lagi yang kamu tahu tentang Aceh? Sedih rasanya kalau teman-teman berasumsi bahwa Aceh adalah kota yang penuh dengan kekerasan, bencana Tsunami, atau konflik antar wilayah. Jangan salah persepsi dulu, kawan, nggak semua persepsi tentang Aceh yang kamu bayangkan itu benar, bertandang ke Aceh bisa jadi sebuah agenda yang nggak bakal kamu lupakan seumur hidup. Aceh, kota Indonesia yang letaknya berdekatan dengan Malaysia bagian Selatan, juga telah dikenal dunia bahkan sebelum Indonesia mencapai titik kemerdekaannya.
Sekarang saya ingin bertanya lagi, liburan biasanya kemana saja? Bali, Lombok, atau Raja Ampat? Yah, itu mah terlalu mahal kalau buat anak muda! Pernah kepikiran buat menulis “Banda Aceh” sebagai salah satu destinasi liburanmu belum? Banda Aceh, yang banyak orang kenal sebagai kota rawan bencana, adalah kota yang, sebenarnya, indah dan kaya sekali akan sejarahnya! Contohnya selepas kejadian gempa dan Tsunami yang menghembus kota ini pada tanggal 26 Desember 2004, kota ini memang rusak dan hancur, banyak sekali korban yang nggak lagi tahu dimana keberadaan keluarganya. Tetapi, warga-warga di Aceh sendiri nggak mau lama-lama larut dalam kesedihan. Kota ini harus berbenah, kalau Oureaders sekarang ke Aceh, nggak bakal menyangka deh, melihat perkembangan dan perubahan yang begitu cepat selepas bencana tersebut. Pemerintah daerah benar-benar make over dan sadar akan potensi pariwisata kota Banda Aceh. Jadi, pantas kalau dikatakan bahwa kota ini layak dijadikan wisata liburan yang wajib kamu tulis di dalam list liburanmu. Objek-objek wisatanya pun beragam, banyak spot-spot yang luar biasa harus dikunjungi, antara lain:
Masjid Raya Baiturrahman
Masjid ini menjadi saksi bisu dengan maha dahsyatnya bencana gempa dan Tsunami delapan tahun silam. Bangunannya masih berdiri kokoh meskipun gempa dan Tsunami telah menghatam kota ini. Masjid kebanggaan rakyat Aceh ini terletak di Banda Aceh dan dibangun pertama kali oleh Sultan Iskandar Muda. Entah iseng atau bagaimana, Masjid ini pernah dibakar oleh orang-orang Belanda sebanyak dua kali. Akhirnya, dibangun kembali oleh Gubernur Jenderal Van Lansberge.
Siapkan banyak slot memory di kameramu, dan jangan lupa singgah di monumen kecil tempat tewasnya Mayor Jenderal J.H.R Kohler, tepatnya dibawah sebatang pohon Geulumpang pintu masuk sebelah Utara Masjid. Orang Belanda sering meyebutnya Kohler Boom atau Pohon Kohler.
Objek-objek wisata ini gratis pintu masuknya. Tetapi, sedikit informasi dari saya, setibanya Oureaders di Banda Aceh, kalau ingin mengunjungi area wisata ini, saya sarankan untuk mengikuti Dress Code sebagai berikut:
- Wanita: Pakaian sopan dan longgar akan sangat dihargai. Kalau nggak berjilbab, disarakan sekali untuk mengenakan selendang atau penutup rambut ala kadarnya saja
- Pria: Dilarang untuk memakai celana pendek. Diperintahkan untuk memakai celana panjang.
Museum Tsunami
Aceh itu kaya dengan sejarahnya. Berkunjung ke Aceh bukan sekedar liburan dan senang-senang. Tanpa disadari, Oureaders juga akan menyerap banyak ilmu sejarah. Contohnya museum baru ini yang dinamakan Museum Tsunami. Lokasi museum ini juga terletak di Banda Aceh. Sesampainya Oureaders disini, saya sarankan kalian untuk merenung terlebih dahulu dan mengangan-angankan kembali akan maha dahsyatnya terjangan Tsunami beberapa tahun yang lalu. Disini kita ditantang untuk menggunakan kekuatan sprititual yang ada di diri kita masing-masing. Disekitar area ini, kalian bisa bermain ke Memorial Hall, Chamber of Blessing, Tsunami Alley dan, yang sedikit membuat kita merinding, ruangan yang bernama Light of God.
Museum ini terbagi ke beberapa bagian, ada Lorong Kebingungan, Jembatan Perdamaian, ruangan pemutaran film dokumenter Tsunami Aceh, dan masih banyak lagi. Semuanya gratis!
Berikut ini adalah keterangan jadwal Museum Tsunami:
- Senin – Kamis: 09.00 – 12.00.
- Jum’at tutup
- Sabtu – Minggu: 14.00 – 16.30
- Dresscodenya tetap yang sopan-sopan saja ya!
Surganya pecinta Kopi, Kuliner dan Pantai
Lelah seharian jalan-jalan, bagi pecinta kopi, rasanya kurang pol kalau ke Banda Aceh tetapi belum mencoba kopi Ulee Kareeng! Kopi lokal ini enak diminum panas-panas di kedainya. Biasanya, yang suka nongkrong malam-malam disini adalah anak-anak muda, dan kebanyakan diantara mereka adalah cowok. Harganya pun relatih murah, secangkir kopi hanya Rp 3.500.
Seberapa sanggupkah Oureaders mencicipi makanan-makanan pedas? Kalau suka tantangan, kalian wajib mencoba Mie Aceh! Santapan ini menjadi makanan favorit karena pedas dan tantangannya. Oh ya, kebanyakan makanan di Aceh itu dikenal dengan rempah-rempahnya, karena pengaruh dari pedagang-pedadang asal Arab dan India pada waktu itu.
Selain berwisata kuliner, Oureaders juga bisa menikmati suasana damai disekitaran pantai-pantai di Aceh. Jangan terlalu berpaku pada pantai-pantai di bagian Timur. Memang indah sih, nggak bisa dipungkiri, tetapi pantai-pantai di Aceh juga nggak kalah indahnya! Pantainya putih dan ombaknya juga besar. Jadi, nikmat sekali buat para Oureaders yang suka surfing. Kalian bisa berekreasi di Pantai Lhoknga dan Lampuuk. Meski pantainya ramai, tetapi tertata dan bersih, jadi nggak terrkesan kumuh. Objek wisata ini juga nggak dikenakan biaya masuk! Gratis total! Dresscodenya pun nggak seperti objek-objek wisata yang sudah saya sebutkan diatas. Kan lagi dipantai, jadi harus santai. Hehehe.
Bagi Oureaders yang stay lama di Aceh, sekali-sekali coba kunjungi kota Sabang, sebuah kota yang berada di titik nol ujung Indonesia. Buat kalian yang berhobi snorkeling atau nyelam, wajib singgah di Pulau Rubiah. Nggak ada kata-kata yang bisa mendeskripsikan keindahan pantai ini, lihat sendiri saja!
Bagaimana, sudah menulis Aceh belum di list liburanmu? Sebelum saya akhiri cerita Travel ini, kalian, para pembaca, sadarkah kalau semua objek wisata yang saya sebutkan diatas GRATIS?! Mengaku orang Indonesia tetapi hanya menulis kota-kota di luar negeri sebagai destinasi liburan, hmm, sayang sekali. Padahal banyak sekali kota-kota pariwisata yang kita miliki. Kasarnya, apa perlu kita ke luar negeri apabila kita bisa melihat pasir putih sekelas Hawaii di Indonesia? Kalau bukan kita yang melestarikan khasanah budaya Indonesia, siapa lagi? Ayo kenali dan cintai negerimu!
(Reza Rezeki)







jeut lah!!!
Keren, tapi, tanggal peristiwa tsunami itu, bukannya tanggal 26 kan ya..
Makasih! Segera kami benerin.